Categories
Articles

Injeksi Kebocoran Resin Polyurethane pada Struktur Bawah Tanah: Resin Hidrofobik

Kata “hidrofobik” berasal dari bahasa Latin hydro berarti air dan phobic berarti takut.

Berbeda dengan resin hidrofilik, resin polyurethane kimia jenis hidrofobik bersifat menolak air (water-repellent) dan memerlukan katalis sebelum digunakan. Penambahan katalis ini berfungsi untuk mengatur kecepatan reaksi dan tingkat ekspansi busa.

Dengan dosis katalis maksimum (sekitar 10% dari volume resin), reaksi akan terjadi sangat cepat dalam 10–12 detik, menghasilkan ekspansi hingga 29 kali lipat dari volume awal.

Setelah bereaksi, grout kimia hidrofobik akan menolak air sepenuhnya, membentuk struktur sel tertutup yang padat dan kaku.

Namun, ketika disuntikkan pada retakan atau sambungan yang masih basah, resin ini dapat menjebak air di dalam pori beton, yang dapat menghambat ikatan antara resin dan substrat.

Resin hidrofobik yang telah mengeras bersifat kaku dan tidak elastis, sehingga bila terjadi pergerakan struktur, struktur sel busanya bisa rusak dan menimbulkan kebocoran ulang.

Meskipun demikian, resin ini memiliki viskositas rendah, sehingga sangat baik digunakan untuk meresap ke dalam tanah lepas atau rongga kecil di sekitar area kebocoran.

Singkatnya, resin hidrofilik lebih cocok untuk kondisi lembap atau basah karena fleksibilitas dan kemampuannya berikatan dengan air, sedangkan resin hidrofobik ideal untuk menghentikan aliran air aktif dengan cepat pada kebocoran bertekanan tinggi, namun memerlukan kondisi substrat yang relatif kering agar ikatannya optimal.


Anda memiliki project perbaikan dan perkuatan struktur? Jangan lupa hubungi kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *