Categories
Articles Construction

Panduan Lengkap Perbaikan Beton (Concrete Repair): Metode, Material & Tahapan Pengerjaan

Beton merupakan material struktural paling luas digunakan pada gedung, jembatan, pelabuhan, bendungan, hingga infrastruktur jalan. Walau kuat terhadap tekan, beton rentan terhadap retak, korosi tulangan, karbonasi, serangan kimia, siklus beku–cair, dan beban berulang.

Perbaikan beton (concrete repair) bukan sekadar menambal, tetapi proses mengembalikan fungsi struktural, durabilitas, dan integritas elemen beton.

Penyebab Umum Kerusakan Beton
Jenis KerusakanPenyebab TeknisDampak
Retak strukturalOverload, settlement, gempaPenurunan kapasitas struktur
Retak non-strukturalSusut plastis, susut keringJalur masuk air & klorida
Spalling (beton terkelupas)Korosi tulanganPenampang efektif berkurang
KarbonasiCO₂ masuk pori betonKorosi tulangan
Serangan sulfatTanah/air agresifEkspansi & retak
HoneycombVibrasi kurang saat pengecoranBeton tidak padat
Prinsip Dasar Concrete Repair

Menurut standar seperti ACI 562 dan EN 1504, perbaikan harus memenuhi:

  1. Menghentikan penyebab kerusakan
  2. Melindungi tulangan dari korosi
  3. Mengembalikan kekuatan struktural
  4. Memastikan kompatibilitas material lama–baru
  5. Memberikan proteksi jangka panjang
Metode Perbaikan Beton
A. Injection (Injeksi Retak)
Image
MaterialFungsiDigunakan untuk
Epoxy injectionIkatan strukturalRetak struktural kering
PU injectionFleksibel & kedap airRetak bocor / aktif

Kelebihan: Mengembalikan monolit struktur
Keterbatasan: Tidak cocok untuk beton hancur

B. Patch Repair (Perbaikan Tambal)
Image
Jenis MortarKarakteristik
PCC (Polymer Cement Concrete)Adhesi tinggi
MicroconcreteFlowable, non-shrink
Repair mortar R3/R4Standar EN 1504
C. Jacketing
Image
JenisTujuan
Concrete jacketingTambah kapasitas tekan
Steel jacketingKonfinemen kolom
FRP wrappingPeningkatan daktilitas
D. Surface Protection
Image

Termasuk coating anti-karbonasi, waterproofing, dan corrosion inhibitor.


Material yang Digunakan
MaterialFungsi
Epoxy resinInjeksi & bonding
PU resinStop bocor
Repair mortarTambal kerusakan
Bonding agentPerekat beton lama–baru
Corrosion inhibitorLindungi tulangan
Non-shrink groutPengisian void
Tahapan Pekerjaan Concrete Repair
Image
Step 1 — Assessment
  • Hammer test
  • UPV test
  • Carbonation depth
  • Half-cell potential
Step 2 — Surface Preparation
  • Chipping beton rusak
  • Expose tulangan
  • Bersihkan karat (wire brush / sandblast)
Step 3 — Treatment Tulangan
  • Anti-corrosion coating
  • Tambah tulangan jika loss >20%
Step 4 — Bonding Layer
  • Aplikasikan bonding agent
Step 5 — Aplikasi Material Repair
  • Mortar/epoxy/grout
  • Compaction & finishing
Step 6 — Curing
  • Curing compound / wet curing
Step 7 — Protective Coating
  • Anti carbonation / waterproofing
Quality Control
UjiTujuan
Pull-off testKekuatan ikatan
Compressive testKekuatan mortar
Cover meterKetebalan selimut
Visual inspectionFinishing
Kesalahan Umum di Lapangan

❌ Tidak menghilangkan beton lemah
❌ Tidak membersihkan tulangan
❌ Salah memilih material repair
❌ Tidak curing
❌ Mengabaikan penyebab awal kerusakan

Kesimpulan

Concrete repair yang benar adalah kombinasi:

Diagnosis akurat + metode tepat + material kompatibel + eksekusi sesuai standar

Jika salah satu tahap diabaikan, umur layan struktur bisa turun drastis.


Anda membutuhkan jasa perbaikan dan pemeliharaan beton? Hubungi kami:

Mobile: 0812-1049-512

Email: kontak@arcon.id

Telepon: (021)-8473512

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *