Dalam proyek perbaikan dan perkuatan struktur beton eksisting, penerapan standar American Concrete Institute melalui ACI 562 menjadi pedoman penting untuk memastikan struktur tetap aman, kuat, dan layak fungsi setelah dilakukan rehabilitasi.
Standar ini digunakan khususnya pada bangunan yang mengalami penurunan kinerja akibat usia, perubahan fungsi, maupun peningkatan beban seperti penambahan lantai.

Salah satu metode perkuatan yang digunakan adalah concrete jacketing, yaitu penambahan dimensi penampang kolom dengan beton dan tulangan baru untuk meningkatkan kapasitas struktur.
Berdasarkan penelitian F. Braga dalam artikel Behavior of RC Columns Strengthened with Concrete Jacket, metode ini terbukti mampu meningkatkan kapasitas aksial, kapasitas lentur, serta kekakuan kolom beton bertulang secara signifikan.
Selain peningkatan kekuatan, concrete jacketing juga meningkatkan daktilitas struktur. Kolom yang sebelumnya bersifat getas menjadi lebih daktail sehingga mampu mengalami deformasi lebih besar sebelum runtuh, yang sangat penting dalam menghadapi beban dinamis seperti gempa.



Keberhasilan metode ini dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis, antara lain kualitas ikatan antara beton lama dan beton baru, detail penulangan, serta mekanisme transfer beban. Persiapan permukaan beton eksisting melalui proses roughening dan pemasangan tulangan tambahan seperti sengkang menjadi aspek penting untuk menghasilkan confinement dan ikatan struktur yang optimal.
Secara keseluruhan, concrete jacketing merupakan metode perkuatan yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kapasitas, kekakuan, dan keamanan struktur beton eksisting, terutama pada proyek yang mengalami peningkatan beban akibat penambahan lantai atau perubahan fungsi bangunan.
