Sambungan balok–kolom beton bertulang merupakan elemen kritis pada struktur bangunan, khususnya bangunan lama dengan ketahanan gempa terbatas.
Pada sambungan eksterior, kegagalan sering disebabkan oleh kurangnya tulangan geser, penyaluran tulangan tidak memadai, dan kapasitas daktilitas rendah.
Salah satu solusi retrofitting efektif adalah kombinasi Fiber-Reinforced Polymer (FRP) eksternal dengan balok transversal. FRP diterapkan di area sambungan untuk meningkatkan kapasitas geser, kekuatan ikat (confinement), dan disipasi energi. Balok transversal berperan sebagai pengikat tambahan, mendistribusikan gaya, dan mengurangi konsentrasi tegangan pada joint.
Keunggulan FRP meliputi berat ringan, kekuatan tarik tinggi, tahan korosi, serta pemasangan cepat tanpa menambah dimensi struktur. Penelitian eksperimental Sagara (2026) di ACI Structural Journal (Title No. 123-S09) menguji spesimen sambungan balok–kolom eksterior dengan FRP dua lapis pada sisi belakang sambungan, dikombinasikan enam angkur FRP. Temuan utama:
- Mode kegagalan berubah menjadi lebih menguntungkan terhadap gempa, dengan plastifikasi penuh pada balok sebelum kerusakan joint.
- FRP berfungsi sebagai crack-bridging, memberikan pengekangan pasif dan jalur transfer gaya, sehingga menunda retak serta meningkatkan disipasi energi kumulatif.
Sistem ini secara signifikan meningkatkan kapasitas beban, kekakuan, dan kinerja seismik, sambil menjadikan keruntuhan lebih daktil. Metode ini ideal untuk bangunan eksisting yang memerlukan upgrade akibat perubahan fungsi atau regulasi gempa baru, dengan gangguan operasional minimal.
